Cinta yang pertama kali ngajak kenalan, Rangga yang pertama kali ngajak jalan, Cinta yang pertama kali mutusin, Rangga yang pertama kali ninggalin, Cinta yang pertama kali jujur, Rangga yang pertama kali mengungkapkan..

s.

*yang ingin gw katakan adalah we (girls) still have power, tapi jangan kelewatan juga

*kalo kata twitter: #abaikan

Ini bentuk baru papan pengumuman meja belajar gw.. hihi. Rame banget ya.

Begini penjelasannya:

Di atas, kita bisa lihat bersama tagline “to love you is to learn you” yang menjadi tagline belajar gw. Kalau mau cinta sama sesuatu, lo harus tau banyak tentang hal itu.

Di bawahnya ada stiker BEM UI 2011 “Together in Excellence” yang dibagi-bagi saat kemarin Welcome Maba. Ini gw ga ngambil hak maba atas stiker ini yah.. tapi ini barang byproduct (potongannya miring miring). *nasibnasib

Di bawahnya lagi, di tengah, ada stiker “Awas! Bahaya Laten KORUPSI”. Ini kayaknya stiker sejuta umat deh. Soalnya udah ada mulai jaman gw jadi panitia UI Guide dua tahun lalu hingga beberapa minggu lalu ada acara KPK di FEUI. Yang dibagiin stiker ini.

Di sisi kiri ada tulisan “Tuan Tanah” dengan segala rincian di bawahnya. Gw pengen punya tanah banyak, guys. Trus bikin villa, peternakan, perkebunan, banyak deh. Semua ada rinciannya di bawahnya.

Nah, di bawahnya lagi ada stiker Salam UI pas penerimaan Maba 2010. Ini gw ambil dari sekret FSI. Hihi. Tapi udah dapet izin Arief kok. Waktu itu gw dan sarah naksir stiker ini, trus minta. Hehe.

Di bawahnya lagi, yang HVS tiga buah kecil itu adalah timeline belajar Emon (Ekonomi Moneter) gw. Mungkin bentar lagi bakal dicopot.

Di sebelahnya adalah tanda pengenal BEM punya awak. Tapi fotonya gelap. Hiks.

Di sebelahnya ada jangkar sepatu Crocs..

Di sampingnya ada tanda pengenal FSI.. (ini gw suka, fotonya diambil pas naik gunung sama Fia, Sandi, Kak Rifki, Kak Redha, Kak Reisa, Kak Luluk, Singgih, dan Erik)

Nah di sisi kanan ada tiga foto yang gw ambil dari majalah. Ini model-model baju yang mau gw buat, teman-teman.. Yang putih, abu-abu, sama polkadot itu.

Oh ya, trus botol aqua di samping itu berisi hal-hal baik yang terjadi di hidup gw yang patut dikenang. Mungkin ada nama temen-temen yang masuk situ? Hoho.

Yak, sekian laporan dari saya.

Selamat berkarya!!!! hohoh πŸ˜€

Perjalanan ke Pasar Senen, 18 Juni 2011

Kalo kata Uli (calon psikolog), gw itu Inklusif, yaitu spontan dan saat ada keinginan langsung diungkapkan. Jadi ceritanya, waktu pulang dari malem mingguan bareng anak-anak BEM, di depan mesjid Al Hikam, biasanya kita berpisah: Uli belok kanan dan gw lurus. Tapi saat itu gw malah ikut Uli belok kanan. Dia nanya, “Aya, lo ngapain lewat sini”, gw: “Kan gw pengen nginep di kosan lo”. Uli: “HAH????!!!!!!”.

Hubungannya apa sama ke Senen?

Yak, ini juga adalah tindakan tiba-tiba *agak maksa sih perbandingannya. hehe*

Tiba-tiba, pagi-pagi gw bingung mau ngapain. Tiba-tiba, kepikiran belanja tapi ga punya duit. Tiba-tiba, minta duit sama ayah trus dikasih jajan.

So, berangkatlah gw ke Senen sekitar jam 11. Setengah jam milih-milih baju (ini karena baju gw mayoritas di kosan ya). Dan jadilah baju lengan pendek gaya zoo-keeper warna biru muda + sweater biru + jilbab instan abu-abu + rok item motif abstrak + kaos kaki item + sepatu putih + tas selempang esprit warna coklat agak ijo gitu.

Berbekal uang 50 ribu dari ayah, gw nyebrang jembatan, naik metromini 07, dan duduk manis. Awalnya gw pengen turun di terminal aja, tapi ada preman-pengamen gitu, serem kan. Ya udah, gw turun aja di daerah yang namanya ‘Proyek’—sebelum lampu merah perempatan Senen. Eh, ternyata si pengamen juga turun di situ -.-

Jalan lah gw ke tempat jual barang loak. Sempet muter ke tempat nyablon sama ngebordir, jalan-jalan aja sih. Trus sampai juga di tempat barang second, padahal gw belum tau pasti di mana tempatnya. Haha.

Di situ, yang penting lo muter-muter, guys. Tapi jangan ragu buat berhenti dan lihat-lihat kalau ada yang menggiurkan karena mungkin saat lo balik lagi ke tempat itu, barangnya udah ga ada. Sebaliknya, jangan ragu buat ga jadi beli karena MASIH SANGAT BANYAK tempat lain yang mungkin nyimpen harta karun yang lo cari-cari.

At the end, gw dapet 1 dress, 1 cardigan, dan 1 kaos panjang. Pulanglah gw dengan bahagianya. Metro mini 47 pun jadi sasaran.

Di rumah, gw searching tentang cara mengolah baju bekas. Gw dapet bahwa baju bekas itu direndam air panas dulu, biar bakterinya ilang. Ada juga yang bilang direbus, tapi kyny ini lebay ya. Hehe.

Emang lebih ribet sih proses awalnya dibanding baju baru: rebus air sepanci, rendam, cuci, kasih pewangi, jemur, setrika. Tapi rasa puasnya ga ada yang bisa ngalahin.

Happy Shopping!! (^.^)/

Suatu hari nanti gw akan punya BUTIK!! hehe. Ini adalah cita-cita yang mengakomodir semua keinginan gw, yaitu:

  1. banyak duit
  2. punya waktu yang fleksibel
  3. tetep menjadikan keluarga nomer 1
  4. nyantai dan riang gembira (karena suka!)
  5. tetep bisa ngegaul
  6. yang paling penting, masih bisa berada di jalan dakwah (azeek)

Konsepnya udah kepikiran. Yang bisa gw lakukan sekarang adalah mencari tukang jahit yang cocok sama gw, berhubung kemampuan menjahit gw ga berkembang lagi lantaran kebanyakan ngampus. Mohon doanya ya teman-teman.

Hip Hip Hoorayyy!!! πŸ˜€

ini adalah teks sandiwara-sandiwaraan yang ditulis adik saya tentang kehidupan kami di rumah. narasinya akan ditulis kemudian. tadi sore saya membuka-buka folder-folder di laptop untuk mencari sesuatu. eh, malah ketemu ini.

saya suka gaya bahasanya.

cups cups.

btw, gambar ini dia bikin pada 25 November 2009 (wih lama juga ya) dan mendapat editan lagi pada 17 Januari 2010.

Menjahit Hari Ini

Sejak awal pagi, saya tidak mempunyai niatan untuk menjahit sama sekali, apalagi dengan fakta bahwa saya baru saja menyelesaikan sebuah long-dress asal jadi (yang tetap saja saking cintanya langsung saya pakai ke kampus).

Memang hari ini tidak ada jadwal yang mendesak. Pagi dimulai seperti biasa. Chat cukup lama dengan fia sambil buka-buka panduan menjahit. Dan yak-tiba tiba muncullah hasrat tersebut. Mumpung masih ada sisa kain dari jahitan kemarin (bukan sisa sih, masih ada 2 meteran), langsung saya cari model pakaian macam apa yang akan saya buat.

Dan yuhuu.. my eyes on you, hey, Mrs. Swing Skirt! (nama roknya itu)

Langsunglah saya mengukur kain. Untungnya, dulu saya pernah membuat pola rok itu (ukuran pola di gambar di bukunya diganti dengan ukuran badan saya). Proses pemindahan pola ke kain hingga pengguntingan memakan waktu kurang lebih setengah jam. Setelahnya, saya memeriksa mesin jahit.

Mengganti benang dengan warna yang sesuai, mengetes mesin di kain lain, dan memberi minyak sudah dilakukan. Proses selanjutnya adalah menjahit rok berdasarkan polanya.

Setelah selesai, ternyata pola yang saya buat kelebihan satu. Tapi gapapa lah, daripada kekurangan kan. heheh.

Nah sekarang tinggal menyelesaikan hem bagian bawah dan kancing/ritsleting (tergantung mood apa yang mau saya buat)! 15 menit lagi saya akan menemuimu kembali hai mesin jahit! Be ready πŸ˜€